lulus

Mohammad Sani Suprayogi, S.Kom., (M.Cs)

Alhamdulillah… Akhirnya setelah kuliah (dan mangkir) di Program Magister Manajemen Informasi (MMI) Pascasarjana Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada selama 9 (sembilan) semester, hari Senin, 13 Januari 2014 kemarin dinyatakan lulus ujian tesis.

Kuliah selama 9 semester itu pastinya nggak lumrah untuk jenjang S2, tidak ada alasan untuk ini. Rupanya saya memang cenderung jika sedang mengerjakan sesuatu harus fokus, tidak bisa disambi dengan hal lain. Kuliah sambil kerja, apalagi lokasi kantor dan kampus itu terbentang jarak 100 km memang membuat fokus kadang menjadi buyar.

Jadi hari Senin, 13 Januari 2014 saya dijadwalkan untuk ujian tesis jam 12:00. Sudah standby di kampus sejak jam 09:30, sekalian nungguin teman seangkatan yang sedang ujian pra-tesis. Iya, karena saya angkatan 2009, pastinya seneng banget kalo masih ketemu teman seperjuangan di kampus. Sekitar jam 11:30 saya baru masuk ke ruangan, lumayan buat nyiapin slide, ada sekitar 20 slide yang harus dipaparkan selama 10 menit. Oh iya, judul tesis saya Implementasi Cloud Computing Menggunakan Model Adopsi Roadmap for Cloud Computing Adoption (ROCCA) Pada Sektor Pendidikan (Studi Kasus Universitas Semarang).

Menunggu sampai jam 12:30, baru 2 dosen penguji yang datang, akhirnya nunggu lagi sampai jam 12:45, barulah ujian tesis dimulai. Diawali dengan presentasi, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama 1 jam. Pertanyaan yang diajukan lebih fundamental dibandingkan pada saat ujian-ujian sebelumnya, memang karena inilah saat kita diuji kemampuannya, apakah layak menyandang gelar Master of Computer Science (M.Cs). Akhirnya, setelah diminta keluar ruangan sebentar sementara dosen penguji berdiskusi, saya dinyatakan lulus dengan revisi (tentunya) dan dikasih waktu sebulan untuk memperbaiki naskah tesis, ditambah melampirkan naskah publikasi, dan berbagai macam persyaratan administrasi setelah lulus ujian tesis. Semangat!

Apakah setelah ini perjuangan sudah selesai? Tentu tidak, ini adalah bidang ilmu yang akan saya tekuni selanjutnya. Setelah selama lebih dari 10 tahun menekuni website, saya rasa inilah saatnya untuk upgrade skill, menekuni bidang cloud computing.

Gambar diambil dari websitenya mas Budi

Selamat Tahun Baru 2014

Tidak terasa sudah satu tahun terlewati, sekarang sudah menyambut tahun baru. Banyak sekali pengalaman dan cerita selama satu tahun terakhir, tidak sabar untuk membuat cerita dan pengalaman baru untuk satu tahun ke depan.

Resolusi tahun 2014 ini sederhana,

  • Wisuda
  • Zakat Mal
  • Umrah
  • Menikah

Amin.

Memanfaatkan Fitur Recovery Mode pada Ubuntu

Ceritanya tadi siang saya dikabari sama kampus bahwa salah satu server yang saya kelola itu bermasalah, wah ini bisa gawat, karena kebetulan server itu melayani 2 aplikasi yang menyangkut hajat hidup dosen sak kampus. Ketika tak coba untuk remote via ssh ternyata mental, tapi di ping masih bisa. Oke bisa diurus nanti aja setelah ngajar.

Sehabis mengajar jam terakhir, sekitar jam 3 sore barulah saya bisa bergabung dengan tim di ruang server. Disitu saya dilapori bahwa mereka tidak bisa mendapatkan akses setara root, ada tulisan error “sudo: must be setuid root“. Nampaknya masalahnya lebih serius dari bayangan sebelumnya. Dari sini, prioritas perbaikan harus mendapatkan kembali akses root supaya nanti bisa menjalankan service-service yang down.

Setelah membaca beberapa artikel, akhirnya disimpulkan bahwa cukup mengakses fitur Recovery Mode untuk melakukan perbaikan secara manual dari sana. Kebetulan server ini menggunakan distro Ubuntu, jadi cara masuk ke recovery mode cukup restart server, kemudian tunggu muncul pilihan operating system, dan pilihlah yang ada tulisan (recovery mode) dibelakangnya. Tunggu sebentar maka nanti akan muncul gambar seperti dibawah.

Ubuntu-11.10-Single-User-Mode-Limited-Menu

Jangan dibayangkan ketika menggunakan fitur recovery mode ini akan ribet, karena ternyata ada tampilan GUI yang sederhana jadi tinggal pilih saja fungsi yang akan dipakai. Nah, pilihan pertama adalah yang “remount“. Ini karena secara default, kita akan dibatasi aksesnya hanya bisa read-only, tentunya jika nanti akan melakukan konfigurasi akan terhambat dan akibatnya rakuwisuwis.

Setelah proses “remount” selesai, maka pilihan selanjutnya adalah “root“. Begitu opsi ini dipilih, maka kita akan memiliki akses setara root yang bisa untuk melakukan konfigurasi atau reparasi. Berbekal artikel dari sini, ternyata yang diketik itu nggak banyak :

chown root:root /usr/bin/sudo
chmod 4755 /usr/bin/sudo
chown root:root /etc/sudoers
chmod 440 /etc/sudoers
reboot

Sudah, setelah itu tinggal tunggu server restart, dan seharusnya kita sudah bisa mendapatkan kembali akses secara root untuk melakukan perbaikan-perbaikan selanjutnya.

8th Loenpia.net

Selamat Ulang Tahun ke-8 Loenpia.Net

Delapan tahun, seperti apa bentuk manusia ketika sudah berusia 8 (delapan) tahun? pastinya sudah mulai belajar bertanggung jawab dan dikenalkan dengan berbagai pelajaran hidup secara perlahan. Usia yang sudah melewati masa balita, dimana pemilik umur sudah mulai bisa menatap dunia dengan visi kanak-kanaknya. Semua dilalui tanpa terasa seiring dengan bertambahnya waktu yang sedang dijalani.

Sebuah komunitas, yang terbentuk karena adanya kesamaan hobi, visi, tujuan, ataupun minat akan selalu dapat bertahan selama masih memiliki kesamaan tersebut. Rasa memiliki terhadap sebuah komunitas juga akan semakin memperkuat pondasi, serta kekuatan jalinan pertemanan antar anggotanya akan membuat komunitas semakin dimiliki. Tanpa sadar, sebuah keluarga baru telah tercipta.

Loenpia.Net, sebuah komunitas yang pada awalnya hanya terdiri dari segelintir manusia dengan perbedaan latar belakang, pendidikan, dan asal-usul ternyata dapat bertahan hingga sekarang. Lokasi dan jarak sudah tidak menjadi hambatan untuk saling berkomunikasi, bertukar kabar, bercanda, dan kadang kala… saling berargumentasi atau saling mencintai. Luar biasa keluarga ini.

Sewindu, bukan usia yang singkat, juga bukan batas maksimal. Masih banyak perjalanan yang akan dilalui, masih banyak cerita yang akan tertulis, dan masih banyak pertemanan yang akan terjalin. Selamat ulang tahun Loenpia.Net

#Loenpia8

Ketika Kartu Kredit BNI declined PayPal

paypal-declined

Alkisah, 22 Juli 2013 yang lalu akun PayPal mengalami masalah, jadi pas mau bayar hosting, tiba-tiba muncul pesan error seperti gambar diatas. Intinya adalah ternyata kartu kredit BNI yang terkoneksi dengan PayPal menolak untuk diproses, gampangnya kena istilah “declined”

Ingatan jadi terlempar ke bertahun-tahun sebelumnya, di saat masa-masa kegelapan nan kelam. Istilah declined itu dianggap kurang beruntung ketika akan melakukan suatu transaksi. Kenapa kurang beruntung? Ya iya lah, wong itu kartu kredit curian.

Tapi sekarang khan bedaaaa.. itu kartu kredit halal ya toyyiban..

Setelah browsing ke beberapa artikel, ternyata ini merupakan kebijakan dari BNI untuk menutup akses ke PayPal sementara waktu. Mungkin setelah melihat banyak transaksi yang saya lakukan di PayPal, sehingga BNI menerapkan kebijakan tersebut. Di artikel yang saya temukan itu juga disebutkan bahwa kita cukup menelpon ke bagian CS untuk membuka akses.

Singkat cerita, saya sudah menelpon bagian CS dan memang benar informasi yang menyebutkan bahwa BNI melakukan pemblokiran akses ke PayPal untuk kartu kredit BNI. Hal ini semata-mata untuk melindungi nasabahnya dari aktivitas kejahatan dunia maya. Jika ingin membuka akses maka memang harus menghubungi CS dan nanti akan dibuka aksesnya untuk sementara.

Sementara? iya.. jadi kemarin udah dibuka selama 6 jam. Trus ini sekarang ditutup lagi. Mungkin nanti pas butuh akan telpon ke CS lagi, cuma ya itu.. biaya telponnya mahal. Untuk bicara 9 menit menghabiskan pulsa 17 ribu rupiah. Yaa itung-itung supaya nggak gampang tergiur untuk bela-beli-bela-beli-bela-beli…

Salam Merdeka!

Merdeka! Merdeka! Merdeka! Indonesia sudah merdeka.

  • Merdeka itu, ketika bisa menggunakan Bahasa Indonesia dan belanja dengan mata uang Rupiah secara aman dan diakui.
  • Merdeka itu, ketika bisa install aplikasi komputer ada pilihan Bahasa Indonesia
  • Merdeka itu, ketika ngobrol dengan orang Aceh sampai Papua bisa dengan Bahasa Indonesia
  • Merdeka itu, ketika beli lagu di iTunes bisa pakai mata uang Rupiah
  • Merdeka itu, ketika opsi bahasa di telepon seluler ada Bahasa Indonesia

Itu adalah twit tadi pagi yang langsung aja terlintas di pikiran, nggak ada maksud apapun selain mensyukuri hidup di sebuah negara yang merdeka, berdaulat, dan aman dari konflik. Mengenai kerikil masalah yang menghadang, itu hal biasa. Wong orang pacaran aja juga pasti nemuin masalah, masa sebuah negara nggak punya masalah?

Tinggal bagaimana penghuninya bersatu untuk bersama memecahkan masalah yang sedang dihadapi, bukan dengan pindah kewarganegaraan, atau malah membuat masalah baru sehingga masalah utamanya akan selalu ada dan menjadi bahaya laten.

Sekali lagi, selamat ulang tahun Indonesia! Semoga panjang umur.