Barusan (230806) dapet dari Mas Ridwan, dia dapet berita itu dari detik.
Percaya nggak percaya sih, tapi itulah yang terjadi.
Silakan baca beritanya disini Atau baca tulisanku di blog Internet Club Unisbank
Tambahan:

Buntut-buntutnya, sekarang website Unisbank lagi down. Entah karena DDoS atau memang sengaja dimatikan dari pihak kampus. Soalnya ketika aku mau akses kesana dan mau akses websitenya Dosenku (Pak Edhinug), sudah nggak bisa dibuka. Yah..
Oh iya, ternyata yang Pak Agung Setyadi tu dijemput sama petugas Mabes tanggal 15 Agustus 2006 jam 15.00 WIB. Kemudian pada tanggal 18 Agustus 2006 pihak Mabes melakukan kloning HDD. Tapi kenapa yang diekspos cuma penangkapan saja ya? itupun juga baru tanggal 23 Agustus 2006…






23 USER COMMENTED IN THIS POST
teroris masuk kampus ?????
Siapapun bisa saja seorang teroris…
waspadalah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
mantab!
Alhamdulillah… baru dosen bukan mahasiswanya kan?
moga2 aja bukan ST jadi teroris
*sambil melirik Budi*
teroris = terong gratis ??
Iya nih…
aku aja sempet kaget gitu..
dikasih kabar jam setengah 5 sore..
untung aku masih online.. jadine bisa langsung tau..
duh duh duh..
padahal sehari-harinya tu pak Agung biasa-biasa wae lho
yah, cuma kalo lagi jadi khatib salat Jumat jadi berapi-api gitu
hihihihi…
mantab…keren juga ya…
tapi knapa polisi gak nangkepin dosen & guru killer yak?
aduh hebat oi…
untung belum ada guru yang teroris ya ??

kalo gitu saya musti waspada sama guru2 saya donk!!


mbak salam kenal dari saya ya??




mbak!!!!!??????
terorejing-terojing2…..
“
dan tadi malem situs http://www.unisbank.ac.id udah kena hack lhooo…..
http://detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/08/tgl/24/time/164331/idnews/661419/idkanal/324
****************************************************
Pinging http://www.unisbank.ac.id [202.159.26.205] with 32 bytes of data:
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.
Ping statistics for 202.159.26.205:
Packets: Sent = 4, Received = 0, Lost = 4 (100% loss),
****************************************************
Iya… kena DDoS.
padahal di koran tadi pagi adminnya ngomong kalo sistemnya sudah sangat kuat, jadi nggak mungkin kalo hacker bakal nembus.
Tapi ternyata nggak kuat ngatasi DDoS.
Berarti sistemnya emang kuat dong??
wadowww…!!!!
@Yogie : Namanya sistem gak ada yang 100% aman… btw DDoSnya sampe kapan nih? ngeri juga klo dah jd sasaran Cracker
Wah, aku juga lulusan dari Stikubank cuman waktu itu kampusnya lagi di jalan gajah..Hmm kaget juga dengar berita itu..Benar kata pak Y Sutomo itu masalah pribadinya si dosen teroris, knp websitenya Unisbank yang diserang hacker ?? Salam buat mas Edhi Nugroho….
wah…ngeri…hiiiiiiiiiiiiiii….sulit dipercaya

yah… kenapa unisbank ?!?
btw.. yang pasti mz gak kan…..???hehehe
teroris itu apa sich ?
dan kenapa sampeyan menyebut “ternyata dosenku teroris” ? emang sudah tahu definisi teroris itu ?
bisa saja (untuk sebagian orang), dosen anda adalah pejuang dan kalo mati akan jadi pahlawan
who knows….
Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali merupakan warga sipil.
Istilah teroris oleh para ahli kontraterorisme dikatakan merujuk kepada para pelaku yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal atau tidak menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut. Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serang-serangan teroris yang dilakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi, dan oleh karena itu para pelakunya (”teroris”) layak mendapatkan pembalasan yang kejam. Artikel diambil dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Teroris
Demi kerukunan kita bersama, maka judul Blog saya ganti.
nb: saya termasuk orang yang menganggap bahwa seorang teroris adalah penebar teror yang meresahkan, dan TIDAK SETUJU kalo dia mati maka dia jadi pahlawan
betul tuh

teroris tuh pahlawan tahu
harusnya bangga dunk dosen kita jadi teroris
kita harus mengikuti jejak beliau okeee…
pahlawan? pahlawannya siapa? menurut aku nggak ada tuh yang namanya pahlawan selain pejuang dan guru. Apalagi orang yang menebar teror (teroris), nggak banget deh kalo itu jadi pahlawanku.
Nah, beda dengan dosenku itu, dia mungkin “bukan” teroris, karena hanya bergerak di dunia cyber. Tapi tetep aja aku nggak tertarik buat ikut-ikutan tuh..
“
Bagi selain Islam, umat Islam adalah teroris karena merongrong keberadaan umat lain, tapi bagi umat Islam, umat lain adalah teroris karena berusaha mengeluarkan umat Islam dari agamanya. Jadi siapa the real teroris ??
Bagiku, ndak ada tuh yang namanya teroris, yang ada tuh orang jahat yang suka ngebunuh orang tak berdosa seperti di palestina atau libanon, poso dan aneka ladang pembantaian lainnya.
Kalo yang ngebunuh 100 orang di bali disebut teroris, yang menghabiskan penduduk 1 desa namanya apa yah??
hmmm… betul juga yak mas QZoners..
sepertinya istilah itu muncul setelah masyarakat dunia merasa terancam ancaman teroris. Dan istilah teroris juga semakin santer setelah perisitiwa 9/11 di Amrik sono khan? Dan kebetulan juga pelakunya adalah dari golongan muslim. Makanya kita sering dicap sebagai golongan terorisme… huhuhuhu… 
Semoga di bulan puasa nanti mereka akan lebih sadar. Amiinn… 
Aku setuju dengan istilah “orang jahad”.
Pingback And Trackback
Leave A Reply