Download Multiple Files Menggunakan Perintah Wget

Ini hanya tulisan supaya tidak lupa saja, karena yang namanya perintah shell Linux kalo jarang digunakan, dijamin bisa lupa. Kali ini mau nulis tentang gimana caranya untuk mendownload banyak file sekaligus menggunakan perintah wget.

Selama ini, saya kalo mau download file apapun tidak menggunakan bandwidth pribadi, melainkan memanfaatkan fasilitas negara (ups..). Kebetulan saya punya dedicated server dengan bandwidth 5 Mbps sehingga cocok dijadikan mesin download. Server tersebut diinstall Ubuntu trus port ssh saya buka sehingga bisa diakses dari manapun.

Nah, kalo mau download khan artinya hanya bisa menggunakan perintah wget saja, tapi kalo perintah wget standarnya khan cuma bisa mendownload 1 file dalam satu waktu saja. Ini akan sangat membosankan jika harus menunggu proses download yang kadang bisa sampai 30 menit per filenya, padahal ada 3 file lain yang mengantri.

Ternyata solusinya sangat mudah, cukup buat 1 file yang diisi dengan alamat url yang mau di download, kemudian ketik perintah :

wget -i namafile

Misalnya, saya bikin file dengan nama : download.

Lalu file tersebut saya isi dengan semua url yang mau saya download. Kemudian simpan file download tersebut, lalu ketikkan perintah :

wget -i download

Shell akan memproses perintah wget dan mulai mendownload semua url yang terdapat di file download tadi hingga selesai. Jadinya, proses ini bisa saya tinggal dan nanti kembali lagi saat proses download sudah selesai.

 

 

 

 

Prolink PCM100

Semenjak masuknya produk Internet EVDO di Semarang, saya langsung tertarik untuk mencobanya. Kebetulan saya sudah pernah mencoba hampir semua produk Internet yang ada di Semarang, mulai dari kabel hingga yang mobile. Makanya begitu ada produk EVDO langsung nyobain dong.

Masalahnya adalah saat itu modem yang tersedia di pasaran sangat terbatas, kebanyakan pada ngejual modem GSM/HSDPA atau CDMA1x yang tentunya gak bisa digunakan untuk koneksi EVDO. Sedangkan penyedia saat itu baru SMART baru kemudian disusul oleh AHA selalu menjual produknya dengan sistem bundling modem, jadi kalo misalnya mau ganti kartu jadi susah dong.

Saya sempet punya modem ZTE AC2726 bawaan Smartfren yang sangat tangguh di berbagai kondisi, mau dipanteng 24 jam pun gak masalah. Sayangnya kualitas modem yang tangguh ini gak diimbangi dengan kualitas koneksi Smart yang makin lama makin memprihatinkan.

Masalah datang ketika mau pindah ke AHA. Ternyata frekuensi yang digunakan antara 2 operator itu berbeda. Parahnya lagi ZTE AC2726 sifatnya singleband, yang artinya gak bakaln bisa dipasangi kartu AHA. Wah alamat harus beli modem lagi.

Untunglah, kemudian dapet pencerahan bahwa ada  modem yang tangguh, namanya Prolink PCM100. Modem EVDO Rev. A ini bisa dipasang berbagai operator, trus udah ada template koneksinya, jadinya gak perlu terlalu banyak setting.

Setelah dicoba, modem ini tangguh juga. Yang terpenting adalah Tahan Panas! Katanya sih kemampuan menangkap sinyal lebih baik daripada modem sejenis. Saya sih blom nyoba, karena kebetulan rumah dan kantor berada di area sinyal AHA, tapi yang saya perhatikan sih jumlah bar sinyal selalu penuh.

Untuk modelnya yang saya punya, itu adalah model yang jadul. Untuk sekarang modelnya lebih slim dan cantik lah. Jadi kalo misalnya pas nyari ternyata gambarnya beda dengan punya saya, memang begitulah adanya.

TEAM Micro SDHC 8GB – Class 10 + Card Reader

Selama beberapa tahun terakhir ini, untuk keperluan penyimpanan data saya percayakan kepada flashdisk Kingston 2GB. Disitu semua data-data penting baik data pribadi ataupun untuk keperluan ngajar ada disana. Performa yang cukup bagus dan keawetan yang membuat saya belom berpikir untuk menggantinya dengan yang baru.

Trus masalah datang ketika ternyata kapasitas 2GB udah nggak cukup untuk menampung semua data-data. Kebetulan Mizan (@_mizan) pernah cerita tentang MicroSD yang bisa dijadiin flashdisk karena dijual sepaket sama card readernya, ya udah langsung meluncur ke Bhinneka untuk nyari. Hasilnya ada!

Bhinneka menjual TEAM Micro SDHC 8GB – Class 10 + Card Reader seharga 163rb. Setelah menunggu beberapa hari, barangnya pun tiba. Ternyata barangnya kecil byanget! Hahaha namanya juga MicroSD.

Setelah bongkar dan pasang, saatnya mencoba kemampuannya. Ternyata tidak mengecewakan, mungkin juga karena ada embel-embel Class 10 yang katanya untuk masalah read/write lebih cepat. Untuk percobaan copy file 100mb bisa mendapatkan bandwidth 16MB/s. Setara dengan flashdisk lah..

Masalah timbul untuk penyimpanan. Dengan ukuran sekecil itu tentu udah ga bisa dimasukin kantong lagi. Setelah beberapa kali mencari spot, mulai dari dicantelin ke sabuk, ditelen, atau ditindik di kuping, Akhirnya si MicroSD ini tak simpen di dompet.

Targus AMP13AP-50

Awalnya saya sedang mencari remote presentation untuk keperluan ngajar. Soalnya setelah dirasa-rasa, saya memang membutuhkan alat itu, terutama kalo lagi njelasin algoritma di kelas besar, biar lebih mantep pas nerangin ke mahasiswa.. Dan tentunya lebih gaya hahah..

Tadinya cuma 1 merk aja untuk remote presentation, yaitu Logitech. Tapi harganya yang selangit dan gak pernah turun itu jadi bikin pikir-pikir untuk beli. Beberapa kali menyambagi pameran komputer, harganya gak pernah turun.. Masih di angka 400rban.

Trus isenglah main ke E-Bay, dari situ baru tau ada merk lain yang memproduksi remote presentation. Namanya Targus. Jadi inget, dulu pak Andi Kristianto (@andikristianto) Telkomsel pernah pake merk yang serupa, cuma bentuknya gak keren. Nah, pas nyari-nyari di E-bay itu juga baru tau kalo ternyata bentuknya udah mengalami perubahan yang signifikan, gak kalah sama Logitech lah.

Saya membeli yang Targus AMP-13AP-50 karena ada laser pointer dan bentuknya keren hihi.. Nah, kemaren tu belinya di E-Bay yang UK, jadinya harga totalnya $36 udah sama ongkir. Eh ternyata, di Bhinneka.com juga jual seharga 320rb-an lah..

Bentuknya kecil, pas digenggam, ada semacam karet supaya gak licin. Tombolnya cukup fungsional, terutama untuk presentasi. Di paket pembelian juga disertakan dengan 2 buah baterai AAA. Ada tombol pengunci (keylock) supaya menghindari kepencet tombol yang gak perlu (misalnya OFF). Jadi bisa dikantongin tanpa takut kepencet hehe.. Laser pointernya warna merah, standar lah untuk presentasi sambil gaya hahaha..

Metode Pembayaran Online Selain Paypal

Dimuat di Harian Suara Merdeka, Minggu 20 November 2011.

Mungkin dari sebagian dari Anda sudah mengenal Paypal, suatu alat pembayaran transaksi di Internet yang sangat populer di seluruh dunia. Sebagian besar pengguna Internet di Indonesia juga sudah memanfaatkan Paypal sebagai metode pembayaran dan menerima uang yang bisa dikoneksikan dengan berbagai bank-bank lokal di Indonesia.

Pemanfaatan Paypal inilah yang membuat transaksi jual-beli online di Indonesia meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini. Penjual dan pembeli merasa aman dan nyaman dalam bertransaksi dengan siapapun di seluruh dunia. Transaksi menggunakan mata uang Dollar Amerika sudah biasa dilakukan. Selain itu Paypal juga bisa memproses pembayaran dengan kartu kredit. Paypal menawarkan keamanan yang lebih dalam setiap pemrosesan transaksi.

Namun perlu Anda ketahui, Paypal sebetulnya hanyalah salah satu dari berbagai macam layanan pembayaran online. Selain Paypal, masih ada beberapa layanan yang serupa yang menawarkan kualitas yang sama. Itulah yang akan kita bahas kali ini, yaitu Moneybookers (Skrill) dan Payoneer.

Continue reading