The Da Vinci Code — Book Version

Buku The Da Vinci Code

Kemaren aku melakukan kegiatan yang nggak masuk akal! Yaitu beli buku novel! hehehe.. udah lama banget aku nggak beli buku Novel. Nah, karena pas ada duit, dan nggak sengaja tersesat ke Toga Mas.. (beneran! aku juga nggak tau kenapa bisa nyasar kesitu). Dimana pas aku masuk, di deretan depan ada buku yang sedang aku pengen tonton filmnya. Yaitu The Da Vinci Code.

Asline aku tu dah mau nonton filmnya. Tapi ya gara-gara kemaren aku sakit itu, makanya batal deh. Padahal udah mau nonton banget tuh, yah sekitar 68% lah :d Nah berhubung buku itu sudah didepan mata, dan nggak pengen yang akhirnya aku balik lagi ke Toga Mas hanya untuk beli buku itu, ya udah aku akhirnya beli buku itu deh. Pas pulang, dan pas lagi dijalan.. aku mikir-mikir lagi.. Apa yang sudah aku lakukan?? Gile, menghabiskan duit 95 rebu rupiah hanya untuk membeli sebuah novel??

Tapi setelah baca-baca bukunya yang super tebel itu, aku bisa merelakan duit 95 rebu-ku terbuang untuk membeli buku itu. Karena buku itu cukup keren juga, dan bisa membuat imajinasi yang keren dengan membaca buku itu. Dan yang penting… Berbahasa Indonesia!! hehehehehe.. :d Padahal tadine udah ketar-ketir alias khawatir kalo-kalo bukunya make bahasa Inggris. hihihi.. :p Lagipula buku itu telah direview oleh banyak orang dengan hasil yang cukup memuaskan..
Berhubung aku membacanya baru sekitar 1/18 bagian, alias baru beberapa lembar, dan belum nyampe 68% hohohoho :)) aku belom bisa ngasih komentar apa-apa ya.. saranku sih beli aja.. dan baca sendiri.. dan rasakan misterinya.. :)

Kebijakan UN VS Kelulusan

Melanjutkan postingan sebelumnya tentang tragedi UN. Sampai sekarang ternyata perkembangannya makin memprihatinkan. Tadinya aku kira yang gagal menempuh UN cuma dikit dan anak itu benar-benar layak untuk tidak lulus. Ternyata tidak! Ternyata masih banyak lagi anak yang nggak lulus UN, dan lebih menyakitkan lagi, mereka itu orang pintar!Pintar dalam arti yang sesungguhnya. Seperti Siti Hapsa yang gagal masuk IPB gara-gara nilai Matematikanya tidak bisa memenuhi target. Lalu ada Bayu yang sudah ketrima di Universitas Brawijaya melalui jalur PMDK, tapi pupus gara-gara nilai matematika juga tidak bisa melampaui target negara. Lalu ada juga yang merupakan juara Olimpiade Fisika di Unnes dan sudah pasti mendapatkan kursi di  Fakutas MIPA Unnes Semarang tapi batal gara-gara nilai Matematika tidak bisa mencapai batas nilai Negara.

Nilai Negara? iya, aku nggak salah tulis. Aku bilang gitu karena patokan itu yang bikin adalah negara yang diwakili oleh Diknas. Nah, khan aneh, secara yang mengajar siswa adalah sekolah yang diwakili oleh guru, tapi kenapa batas kelulusan yang menentukan adalah negara? Dimana dalam penentuan itu tidak mewakili suara guru. Dan pemerintah memukul rata batas kelulusan untuk semua sekolah, baik sekaolah swasta dan negeri, dan sekolah di kota dan di pelosok pedalaman hutan. Semua sama.

Lalu bagaimana dengan siswa yang tidak lolos UN? Pemerintah menawarkan 2 opsi. Yaitu siswa diharuskan mengulang pelajaran selama setahun atau ikut Kejar Paket C. Wah kasian banget. Dimana para siswa diujikan hanya dengan 3 mata pelajaran, tetapi mereka juga harus mengulang semua mata pelajaran SMU/SMK/MA kelas 3. Dan kenapa yang diajarkan tu banyak banget? kenapa nggak hanya 3 mata pelajaran itu aja? Apa mau mencetak siswa yang pandai menghapal, tapi tidak menguasai pelajaran? Apa pintar itu dinilai dari mampu atau tidaknya siswa menjawab soal? bukan dari implementasi ilmunya ke kehidupan sehari-hari? Generasi muda kita dalam masalah besar, karena sampai kapanpun generasi kita hanya akan dapat memakai, meniru, dan menurut orang, tutorial, contoh, buku. Tanpa pernah bisa untuk mengembangkan dan mengimplementasikan “ilmu” yang mereka dapat di sekolah. Kalo sudah gitu buat apa sekolah?

Bahkan ada yang saking sebelnya hingga bilang bahwa Depdiknas adalah Pembunuh. Trus di Semarang juga ada rumor konversi nilai. Wah, kalo sudah gini apakah pendidikan di Indonesia bisa maju? tanyakan kepada diri sendiri. jangan ikut-ikutan menyalahkan orang lain. Salahkan diri sendiri karena hidup pada waktu yang tidak tepat.

Film The Broken

Aku udah cerita khan kalo kemaren aku abis beli cd? nah cd yang aku beli tu salah satunya adalah film. Film itu berjudul The Broken. Film ini merupakan film dokumenter yang mengkisahkan 3 hacker, yaitu kevin_rose, double_D, dan Ramzi. Mereka membuat trik hacking yang kemudian direkam menggunakan kamera video. Dari triknya sih udah banyak yang aku tau, ya maklum aja, film ini dibuat udah lama banget. Makanya kalo yang baru nonton sekarang, dan buat hacker jaman sekarang ya trik itu pasti udah pada ngeh. Catat: Saya bukan hacker, saya cuma orang yang kebetulan ngerti aja, dan saya adalah seekor gug-gug.

Materi yang dibahas antara lain wardialing, social engineering, Password Cracking, dll. Tapi bagian paling aku suka adalah bagian Social Engineering-nya. Gile dengan metode itu dia bisa dapet pizza gratis!! Memang ternyata kalo hacking itu nggak selalu mesti berhubungan dengan komputer. Contohnya adalah ya itu, toko Pizza.

Kemudian, yang terakhir adalah pembicaraan (ngobrol-ngobrol) dengan bapak Social Engeneering – Kevin Mitnick. Sumpah aku baru liat ni orang selepas keluar dari penjara. Ternyata medeni ya? gede, gondrong.. hihihi.. Di obrolan itu Kevin cerita tentang suka dukanya pas ditahan, yang nggak boleh bawa hape karena dipercaya dia (Kevin) bisa mengoperasikan bom nuklir via HP. ahhahaha.. Kevin sampe nggak habis pikir dengan betapa paranoidnya orang-orang saat itu.

Udah deh, pokoknya yang belom nonton segera tonton. Bagi yang belum punya beli aja napa? murah kok.. cuma 5 rebu perak!! kalo ga tau belinya, bisa beli di Baliwae.

Kelulusan VS UN

Ternyata kemaren tu merupakan pengumuman kelulusan SMU ya? aku baru nyadar. :). Kalo inget momen itu jadi keinget pas jaman SMU dulu, pas lulus langsung coret-coret seragam, dari baju ampe celana panjang abis dicoretin ama anak-anak. Trus badge SMU yang ada di saku baju (warna coklat) juga dah disobek ama temenku. Hahahaha.. rasane tu seneng banget, dimana pas brangkat ke sekolah dengan hati yang ndak karu-karuan. Tapi semuanya pupus dengan pengumuman yang mengatakan aku lulus!!

Nah, pas baca koran hari ini, ternyata siswa yang tidak lulus SMU tahun ini mengalami penurunan. Berbeda dengan tahun lalu yang masih cukup tinggi. Bagi yang lulus selamat deh, tapi bagi yang belum lulus jangan patah semangat. Kalo mau menyalahkan, salahkan saja pejabat Diknas yang suka mengganti kebijakan. Kalo udah gitu khan yang menjadi korban ya anak-anak didik, bukan pejabat Diknas itu.

Konsep UN kali ini banyak disorot oleh kalangan dan dicap kalo tidak adil bagi peserta didik. Maksudnya, kali ini materi ujian khan cuma 3. Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Nah bila salah satu dari ketiga mata pelajaran itu tidak dapat mencapai 4,26 maka siswa dianggap tidak lulus. Trus bila nilai rata-rata dari ketiganya tidak mencapai 4,50 maka siswa juga dianggap tidak lulus.

Nah, anehnya lagi banyak Universitas Negeri atau Swasta sudah mulai membuka pendaftaran beserta hasil ujian masuknya yang diumumkan sebelum pengumuman kelulusan SMU. Alhasil bila ada siswa yang sudah ketrima di Universitas, tapi ternyata tidak lulus SMU yang dikarenakan nilai UN-nya tidak bisa memenuhi target, maka otomatis si siswa itu harus mengulang lagi tahun depan. Dan ironisnya lagi. Kejadian itu telah terjadi.

Semoga ini menjadi Kurikulum yang terakhir dan tidak ada perubahan lagi. Karena aku sendiri juga menjadi korban kurikulum. Dimana sekarang aku ga bisa ambil mata kuliah yang baru dikarenakan sudah beda kurikulum. Padahal itu sangat aku butuhkan untuk menaikkan IP-ku. Duh, semoga Diknas 2004 tidak terjadi lagi sekarang.

Akhirnya CD Pesenan Datang Juga

Ehm, hari Rabu kemaren aku khan beli CD di toko Baliwae. Toko Baliwae tu toko online yang ada di Bali. Dan toko itu men-khusus-kan diri menjual barang-barang buat para geek. Nah apa sih contohnya? banyak.. kayak Distro Linux, Kaos Geek, Film, Acessoris, dll. Keren-keren lho, dijamin suka deh. Dan toko ini nggak di-khusus-kan untuk para Geek semata. Buat yang nggak begitu suka ama komputer juga cocok kok kalo masuk ke toko ini.

Tadinya sempet ketar-ketir juga, kok sampe 3 hari pesenanku tu blom nyampe juga. Ternyata barangnya tu dah nyampe di hari Sabtu. Secara aku kalo Sabtu ngantor sampe jam 5 sore, dan Mamah kuliah sampe jam 3 sore, Papah pas lagi keluar kota. Ya wes dirumah ndak ada sapa-sapa selain kucing. Akhirnya baru tadi aku ambil barang (CD) yang aku pesen itu di kantor TIKI di Jl. Thamrin.

Aku pesen 3 CD. Pertama CD Linux yaitu ALinux, trus pilem The Broken, dan yang terakhir adalah CD Template Website gituh. Hehehe.. wis ah, ntar malem mau nonton pilemnya. hihihi..