IndosatM2 3.5G Emang Kenceng!

Perhatian, postingan ini penuh dengan supam!

Akhirnya setelah dulu nggak jadi langganan IndosatM2 gara-gara nggak punya kartu kredit. Pas pameran komputer di DP Mall kemaren aku putuskan untuk langganan IndosatM2, apalagi kebetulan aku sudah apply kartu kredit, jadinya bisa untuk coba-coba.

Nah, berhubung di rumah udah pakai Telkom Speedy, maka IndosatM2 ini aku taruh di rumah Niea, secara rumahnya di Gombel Lama yang secara geografis deket sama BTS Indosat. Mudah-mudahan aja disana dapet sinyal HSDPA yang banyak.

Dengan memilih paket YOU! yang punya kuota bandwidth 1.2 Gb, trus dapet modem USB HSDPA merk ZTE, mulai hari Sabtu yang lalu akses internet IndosatM2 3.5G sudah bisa dinikmati.

Tapiiii….

Ternyata sinyal HSDPA yang didapet cuma sak uprit. Maksimal cuma dapet 2 bar aja gak stabil pula. Sinyal UMTS juga maksimal 3 bar. Malah sinyal EDGE aja yang tinggi. Lha aku khan langanan HSDPA, bukan EDGE.

Akhirnya setelah pindah posisi, ternyata posisi memang menentukan prestasi. Dapet juga sinyal HSDPA yang masih 2 bar tapi udah lumayan stabil, meskipun masih sering ngedrop ke UMTS.

Gimana nih? Rugi nih!

Tapi FYI, kalo pas dapet sinyal HSDPA, koneksinya kenceng banget! Donlot bisa dapet rate 120 KB/s, trus upload bisa dapet 38 KB/s. Tapi kalo dapet UMTS atau bahkan EDGE.. ya siyap-siyap mrongos..

Paypal Indonesia Bisa Withdraw Ke Bank Lokal

Withdraw Paypal Indonesia ke Bank Lokal

Ya ya ya.. saya yakin pasti postingan ini akan dianggap basbang. Berita tentang telah disetujuinya metode withdraw (penarikan dana) ke bank-bank lokal Indonesia ini sudah berhembus semenjak seminggu yang lalu. Tapi karena penyakit males ngeblog lagi menyerang, akhirnya baru bisa posting sekarang. Lagian masalah ini udah diposting sama bang Cosa Aranda di blognya, jadi postingan ini untuk pelengkap aja ya..

Saat ini saya sudah sukses menambahkan Bank BCA kedalam account Paypal saya, setelah sebelumnya saya menggunakan kartu kredit Citibank Telkomsel Card untuk melakukan verifikasi. Mungkin, dan ini blom saya coba.. Anda bisa membuat account Paypal Verified dengan menggunakan account bank tersebut. (Need reply).

Nah.. withdraw ini tentu mempunyai sedikit aturan. Yaitu jumlah dana yang akan di tarik minimal harus berjumlah Rp. 1.500.000 (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). Gimana kalo dananya nggak sampe segitu? Tenang aja, kita masih tetep bisa withdraw kok, cuma nanti kena potongan Rp. 16.000 (Enam Belas Ribu Rupiah). Murah khan? Oh iya proses ini butuh waktu sekitar seminggu untuk bisa masuk ke rekening Bank.

Tambah Account Bank.

Caranya cukup mudah. Pertama Anda login ke account Paypal Anda. Setelah berhasil sorotlah menu Profile. Nanti akan keluar menu drop-down, pilihlah yang bertuliskan Add or Edit Bank Account. Maka akan tampil seperti dibawah ini.

Tambah atau Edit Account Bank

Nah… Isikan field-field diatas sesuai dengan data di rekening Bank Anda. Jangan sampai salah dalam menuliskan, karena Paypal akan menggunakan data-data itu untuk memverifikasi account Anda.

Yang agak susah cuma Bank Code-nya aja. Silakan perhatikan daftar dibawah ini, itu adalah 3 digit pertama kode bank Anda, untuk 4 digit terakhir adalah kode cabang tempat dimana Anda membuka rekening bank.

Daftar Kode Bank Lokal

Daftar Kode Bank Lokal

Untuk mengetahui kode cabang, silakan hubungi Customer Service bank Anda. Oh iya, untuk bank yang belum ada di daftar, silakan hubungi Customer Service-nya juga. Terlihat disana untuk Bank Mandiri juga blom terdaftar.

Bagi pengguna Bank BCA, silakan klik disini untuk mengetahui kode cabang.

Nah… Kalo semua langkah diatas dilakukan dengan benar, maka bank Anda sudah siap untuk digunakan. Gampang khan?

Jenderal Besar Itu Telah Tiada

Pak HartoKemaren, 27 Januari 200 jam 13:10 WIB, mantan presiden RI ke-2, HM Soeharto telah meninggal dunia setelah selama 24 hari dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Indonesia kehilangan lagi Jenderal Besar, dan itu artinya Indonesia sudah tidak memiliki Jenderal Besar lagi.

Saya nggak peduli orang mau bilang apa.. Entah itu mahasiswa, aktivis LSM, elit politik, atau masyarakat awam yang selama ini selalu mengecam Pak Harto, tapi saya tetep mengidolakan beliau. Idola dalam arti bukan seperti saya suka sama Maliq D’Essential, tapi idola dalam bentuk penghormatan atas segala jasa-jasanya terhadap Indonesia.

Saya nggak pernah tuh merasakan “kejahatan-yang-mungkin-dilakukan” oleh Pak Harto, seperti yang selama ini dituduhkan. Yang saya rasakan itu dulu saya bisa benar-benar bangga terhadap Indonesia. Masih ingat aku pas masih jaman SD, setiap Pak Harto lagi perjalanan ke daerah, dan lewat di depan SD-ku, pasti kita disuruh untuk keluar sekolah, berbaris rapi, sambil mengibarkan bendera merah-putih untuk menyambut Pak Harto lewat. Hehehe.. kalo dipikir-pikir buat apa ya? Tapi secara nggak langsung itu bikin aku merasa bangga dengan Indonesia.

Trus yang namanya upacara jadi lebih hidmat, karena sedari kecil sudah diajari bagaimana menghargai Indonesia. Bahkan dulu pernah ada kebijakan kepada semua perusahaan untuk mengubah nama perusahaan mereka memakai Bahasa Indonesia, Khan dulu itu masih ada perusahaan yang pake nama-nama asing. Rupiah pun nasibnya sangat kuat terharap USD. Aku masih ngerasin kurs Rupiah dengan USD cuma Rp2500 perak. Sekarang?

Untungnya Indonesia sekarang punya Pak SBY. Yang kharismanya seperti Pak Harto. Dan untungnya presiden seperti Gus Dur dan Megawati udah lengser duluan, kalo mereka masih berkuasa.. Aku nggak bisa bayangin negara ini akan seperti apa. Wong cuma bermodal memimpin pesantren dan partai aja kok sok-sokan mau mimpin Indonesia yang heterogen.

Marilah… Untuk sementara buang pikiran mengenai keburukan Pak Harto. Ingatlah segala kebaikannya, doakan untuk dirinya dan keluarganya, dan ingatlah juga.. Bahwa dia hanyalah manusia biasa yang PASTI punya salah. Seperti Anda yang sedang membaca tulisan saya ini.

Akhirnya Nggak Bisa Dipertahanin Lagi

Sedih rasanya ketika semua sudah berakhir. Segala perjuangan, kenangan, dan harapan yang sempat muncul di awal yang lalu kini udah musnah. Menyisakan segala kenangan yang mungkin hanya bisa dijawab.. “Setidaknya kita sudah mencoba”.

Berbulan-bulan kami coba pertahankan, dengan mengorbankan segala kepentingan dan ego yang dimiliki, berharap bahwa selagi ada usaha pasti akan diberi jalan, berkeyakinan bahwa segala sesuatunya sudah ada yang mengatur. Tapi akhirnya kami menyerah.. give up! Nggak tahan dengan tekanan yang muncul dari berbagai arah.

Ya.. tekanan itu sungguh sangat mendesak kami untuk melakukan ini. Langkah yang mungkin akan kami sesali, tapi mungkin juga inilah yang terbaik bagi kami, kehidupan kami, dan masa depan kami. Mungkin memang kami tidak berjodoh sehingga apa yang telah diusahakan selalu mendapatkan halangan.

Terima kasih buat semua pihak yang telah membantu kami dan telah mensupport kami dari membangun hingga mempertahankannya. Nggak ada kata lain yang bisa kami ucapkan selain Terima Kasih dan Maaf. Terima kasih atas segala dukungannya, maaf karena kami tidak dapat melanjutkan dukungan itu. Keputusan yang berat, tapi harus dilakukan.

Mulai bulan Januari 2008 ini…..

Ta-How ?!? – Bukan Sekedar Tahu Biasa

Telah tutup..

Ta-How Bukan Sekedar Tahu Biasa

nb: kami masih menerima pesenan lhoooo……

ini cuma dah nggak jualan lagi tiap malem.