Mencari webhosting yang handal bagaikan mencari pacar! Perlu nanya ke orang tentang asal-usulnya, nyoba ngobrol sama customer service, coba trial sebulan, banjirin bandwidth, trus ngetes backup systemnya. Ribet yah? Tapi ya begitulah saya kalo mengetes hosting baru, terutama untuk webhosting yang akan saya gunakan untuk client. Sebuah webhosting harus prima dan kooperatif dalam segala kondisi.
Awalnya ketika saya masih bermain Google Adsense, saya membutuhkan sebuah sumber traffic yang berlimpah untuk mendukung aksi blackhat saya. Teknik yang saya gunakan adalah membuat sebuah web proxy, ini merupakan cara paling efektif dan termudah untuk mengumpulkan trafik. Setelah memilih beberapa CMS yang akan digunakan, sekarang saatnya untuk memilih hosting. Perlu diketahui bahwa tidak semua webhosting bersedia dipasangi script web proxy di servernya. Ini ada hubungannya dengan masalah sumberdaya, karena webproxy script adalah skrip yang sangat rakus resource, baik memory maupun bandwidth.
Setelah riset di beberapa tempat, akhirnya saya menemukan artikel milik Cosa Aranda yang telah membandingkan beberapa webhosting yang bisa dipasangi skrip webproxy. Pilihan saya jatuh ke TechEntrance yang juga mendapatkan poin tertinggi di beberapa forum dan mailing-list.
Pertama kali buka website TechEntrance, tampilannya sungguh tidak meyakinkan. Dengan desain yang sangat sederhana, bahkan terkesan seadanya ala buatan anak SMP yang masih belajar bikin website. Setelah beberapa kali mengirim email ke customer service akhirnya saya mantap untuk mencoba hosting ini selama 1 bulan.
Karena saya akan menggunakan layanan webproxy, maka saya pilih paket Proxy termurah dengan harga $7.95 per bulan. Eh gaya ya mbayarnya pake dollar? hehehe.. Kalo udah bisa gajian pake dollar mah gampang. *kemaki*
Bulan pertama saya coba, tidak ada kendala berarti. Normal-normal saja lah… Oh iya, alamatnya https://jumphide.com. Kemudian saya coba banjiri traffik dengan 500 unique visitor tiap hari selama 1 bulan. Hasilnya adalah si JumpHide tetep stabil tanpa njengking sedikitpun! Luas Biasaaa.. Padahal email alert udah bolak-balik masuk inbox yang ngabari kalo jatah bandwidth udah mau abis.
Bulan kedua, saya penasaran eksperimen dengan SSL. Saat itu saya masih ndeso dengan yang namanya sertifikat SSL, gimana nyettingnya, dimana belinya, beli yang gimana, harganya berapa, dll semuanya masih blank. Nah karena sok tau nyetting-nyetting menu SSL di Cpanel, hasilnya JumpHide njengking! Ga bisa diakses sama sekali.
Disinilah faktor Customer Service sangat dibutuhkan. Langkah strategis yang saya lakukan adalah langsung mengontak Customer Service, dan berharap semoga si CS ini kooperatif. Masalahnya adalah kendala bahasa. Saya ini mahir bahasa Indonesia, medium untuk bahasa Jawa, dan beginner untuk bahasa Sunda. English? little-litle sih i can.
Untung Google Translate kualitasnya udah mendingan, jadinya bisa nerjemahin maksudku dan maksudnya dengan lancar dan damai. Disini saya bisa mengambil kesimpulan, CS TechEntrance sangat kooperatif dan cekatan. Mereka langsung merespon email saya dalam beberapa menit dan langsung memberikan beberapa solusi yang bisa saya pilih, sebuah hal yang jarang saya temui, karena kebanyakan CS main eksekusi aja tanpa memberikan opsi kepada pelanggan.
Dan hasilnya, JumpHide sudah berjalan selama 9 bulan tanpa ada kendala berarti. Bahkan sekarang blog ini juga telah resmi berpindah ke TechEntrance sejak bulan Mei 2010 lalu.
Akhir kata, bila Anda mencari webhosting US yang handal dan harganya terjangkau, TechEntrance bisa menjadi salah satu pertimbangan. Good Job TechEntrance!!

